Stadium General bersama Guru Besar Massachusetts University Amerika Serikat

...
Dibagikan oleh Admin pada 27 May 2018

Pada Sabtu (26/5/2018), Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim menyelenggarakan acara Stadium General yang bertemakan “The Growth of Moslem Population in USA and it’s Propensity to Islamic Economy”dengan menghadirkan pembicara asal Amerika Serikat, Profesor Abdul Samad Adam.

Acara yang diselenggarakan di aula Rahmat Rahman, Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya ini terasa istimewa karena stadium general kali ini diisi oleh seorang profesor yang tinggal  di Amerika Serikat dan mengajar di  Massachusetts University, USA.

“Dengan menghadirkan Profesor Abdul Samad Adam ini, saya harap kalian memaksimalkan pertemuan ini agar menegetahui bagaimana kondisi terkini umat Islam di luar negeri”, kata Nur Huda selaku ketua STAIL saat membuka acara.

Dalam pemaparannya, guru besar  bidang akuntansi ini banyak menjelaskan bagaimana populasi muslim di Amerika Serikat yang terus meningkat sejak tahun 2001, di mana gedung WTC di Amerika Serikat dibom oleh teroris, dan pemerintah Amerika langsung menuduh orang Islam sebagai pelakunya.

“Peristiwa 9 September tahun 2001 memberikan hikmah bagi kami selaku kaum muslimin di Amerika. Awalnya kami mengira agama Islam semakin disudutkan dan tidak mendapat tempat di Amerika. Tapi ternyata justru banyak orang Amerika yang mempelajari agama Islam dan akhirnya mengucapkan 2 kalimat syahadat”, ujarnya.

Karena menurutnya, selama ini agama Islam diberikan stigma negatif oleh media-media di Amerika Serikat. Seolah-olah Islam identik dengan teroris. Padahal Islam dan teroris adalah dua hal yang bertentangan dan bertolak belakang.

“Kami jelaskan kepada mereka tentang Islam yang sebenarnya, yang kami ambil dari al-Quran. Kami jelaskan bahwa Islam dan teroris tidaklah sama. Ibarat air dan minyak”, katanya.

 Akhirnya, orang-orang Amerika berbondong-bondong masuk Islam. Setiap tahunnya jumlah muallaf terus mengalami peningkatan. Bahkan ada lembaga survei yang megatakan bahwa pada tahun 2050, agama Islam akan menjadi agama terbesar kedua di Amerika Serikat.

Namun, terang  pria murah senyum ini berkembangnya populasi muslim di Amerika Serikat tidak berbanding lurus dengan ekonomi Islam. Ekonomi Islam di Amerika Serikat belum mengalami perkembangan sebagaimana diharapkan. Ia berpendapat ada 3 hal yang mengindikasikan hal itu. Pertama, peristiwa 19 September 2001, menyisakan trauma bagi kaum muslimin sehingga mereka tidak berani keluar dan banyak beraktifitas, sehingga pada bulan Desember 2011 bank Islam yang ada di Amerika Serikat ditutup karena sepi nasabah. Kedua, biaya yang harus dikeluarkan oleh nasabah di bank syariah lebih besar daripada bank konvensional sehingga banyak nasabah memilih di bank konvensional. Ketiga, sebagian pemerintah negara bagian di Amerika Serikat melarang pendirian bank Syariah karena kebencian mereka terhadap Islam.

“Namun kami tidak berkecil hati. Walau ekonomi Islam di Amerika Serikat belum mengalami perkembangan yang signifikan, kami akan terus berdakwah. Masih ada kesempatan. Kami masih bisa mengajak mereka masuk Islam”, ucapnya dengan nada penuh semangat.

Kegiatan Stadium general ini dihelat oleh prodi ekonomi Syariah STAIL dengan tema yang berhubungan dengan ekonomi Syariah agar mahasiswa mendapat wawasan global mengenai ekonomi syariah.

“ Kami dari prodi ekonomi Syariah menyelenggarakan stadium general dengan pembicara profesor Abdul Samad Adam yang berasal dari Amerika Serikat adalah agar kalian memiliki wawasan yang luas tentang ekonomi syariah. Tidak hanya mengetahui di lingkup Indonesia, namun juga secara global”, terang Johan Wicaksono selaku kaprodi ekonomi Syariah yang betindak sebagai moderator pada stadium general kali ini./*ibnujumro