Strategi Implementasi Konsep Sistematika Wahyu Dalam Organisasi Hidayatullah

...
Dibagikan oleh Admin pada 31 October 2017

oleh : Mashud

Pendahuluan

Tulisan ini merupakan hasil field reseach dengan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologis yang dilakukan pada organisasi Hidayatullah. Berangkat dari pertanyaan bagaimana praktek manhaj SNW dalam berorganisasi di Hidayatullah menjadi salah satu Quation Reseach dari tulisan ini.

Pesantren Hidayatullah sebagai suatu organisasi sosial keagamaan yang kampus induknya berada di Balikpapan Kalimantan Timur merupakan organisasi yang lahir dari adanya pola interaksi sosial yang dilandasi atas nilai-nilai religi yang dimiliki oleh setiap individu. Dengan modal nilai-nilai religi inilah kemudian pesantren Hidayatullah sebagai organisasi sosial keagamaan lahir dan diakui masyarakat sebagai organisasi yang memiliki ciri khas tersendiri.

            Spesifikasi (kekhasan) pesantren ini terutama terletak pada konsistensinya yang kuat sebagai organisasi pondok pesantren “pencetak kader dakwah”  yang didasarkan pada filosofi perjalanan perjuangan Rasulullah dengan manhaj (metode) sistematika nuzulnya wahyu. Ide dan metode pembinaan ini merupakan kontinuitas dan pengembangan dari gagasan besar almarhum Abdullah Said selaku perintis dan pendiri pondok pesantren Hidayatullah3.

            Gagasan besar yang dimiliki Ust. Abdullah Said merupakan suatu ideologi yang lahir dari kajian mendalam beliau terhadap nilai-nilai ajaran Islam. Dalam kajian organisasi dikenal istilah indoktrinasi sasaran, yaitu informasi tentang ideologi untuk mengembangkan rasa misi. Maksudnya, misi organisasi haruslah dikomunikasikan kepada para anggota agar mereka dapat mengenal sasaran-sasaran organisasi. Sebagai kelanjutan dari rasional pekerjaan, informasi ideologi ini memungkinkan para anggota organisasi dapat memahami gambaran besar organisasi sehingga dapat bekerja lebih efektif. Mereka dapat mengembangkan rasa ikut memiliki organisasi (sense of belanzing to the organization)4.

            Dengan modal ideologi ini, Abdullah Said kemudian melakukan pembinaan secara personal (Interpersonal Communication) ke beberapa rekan beliau secara intens, dari hasil pembinaan tersebut kemudian melahirkan suatu kekuatan baru yang pada akhirnya dibentuklah pesantren Hidayatullah.

Perencanaan Strategi

Berbicara tentang perencanaan berarti membahas lebih jauh tentang hal-hal yang berkaitan dengan manajemen, karena perencanaan itu sendiri merupakan bagian dari unsur-unsur manajemen. Dalam membahas tentang konsep perencanaan strategi  disini akan dijelaskan beberapa hal tentang perumusan strategi, perencanaan tindakan, Implementasi, dan evaluasi[1].

Pertama, perumusan strategi. Tahapan manajemen strategik diawali dengan perumusan strategi. Perumusan strategi adalah proses memilih tindakan utama (strategi) untuk mewujudkan visi organisasi. Proses pengambilan keputusan untuk menetapkan strategi seolah merupakan sekuensi mulai dari penetapan visi-misi-tujuan jangka panjang – SWOT - strategi. Kenyataanya perumusan strategi dapat dimulai dari mana saja, bisa dimulai dari SW, OT atau bahkan dari strategi itu sendiri. Namun yang terpenting adalah bahwa pilihan strategi harus saling sesuai dengan peluang – Ancaman – yang ada. Kekuatan – kelemahan yang dimiliki dan tujuan (visi–misi-goal) yang ingin dicapai. Strategi dan kesesuaian dapat digambarkan sebagai berikut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait