AIR MATAMU, JALAN SURGAMU

...
Dibagikan oleh Admin pada 03 November 2017

Oleh: Ahmad Fathoni

Rahasia Air Mata

Dua ilmuan asal Jerman dan Amerika Serikat pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Hasil penelitian keduanya menyimpulkan bahwa air mata yang keluar terpecik bawang atau cabe berbeda dengan air mata yang mengalir karena kecewa atau bersedih.

Air mata yang keluar karena terpecik bawang atau cabe ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya. Sedangkan air mata yang mengalir karena kecewa atau sedih disimpulkan mengandung toksin atau racun. Kedua peneliti itupun merekomendasikan agar orang-orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab jika air mata kesedihan dan kekecewaan itu tidak dikeluarkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung.

Menangis Itu Pelicin Menuju Surga

Menangis itu indah, sehat dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat, menangislah sepuas-puasnya dan nikmatilah karena tidak selamanya orang bisa menangis. Orang-orang yang suka menangis seringkali dilabeli sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Kholiq (Pencipta) adalah positif dan cengeng terhadap makhluq adalah negatif.

Orang-orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, air mata itu akan melicinkannya menembus surge. Air mata yang tumpah karena menangisi dosa-dosa masa lalu akan memadamkan api neraka.

Hal ini sesuai dengan hadits nabi Muhammad SAW: “Tujuh golongan yang mendapat naungan Allah pada suatu hari yang tidak ada naungan kecuali naungan Allah; …(dan disebutkan diantaranya) seseorang yang berdzikir (ingat) kepada Allah dalam kesendiriannya kemudian air matanya mengalir” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang mengingat Allah kemudian dia menangis sehingga air matanya mengalir jatuh ke bumi niscaya dia tidak akan diazab pada hari kiamat kelak” (HR. Al-Hakim dan dia berkata sanadnya shahih)”

Seorang sufi pernah mengatakan, “jika seseorang tidak pernah menangis, dikhawatirkan hatinya gersang”, salah satu kebiasaan sufi adalah menangis. Allah mengingatkan kita untuk banyak menangis daripada tertawa, ”Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS. al-Taubah: 82). Dalam hadits Rasulullah SAW menjelaskan, “Setiap mukmin yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah walau hanya sekecil kepala seekor lalat, lalu air matanya itu membasahi pipinya niscaya Allah haramkan neraka untuk menyentuhnya.” (HR.Ibnu Majah, al-Baihaqi).

Tuhan memuji orang yang menangis, “Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis, dan mereka bertambah khusyu’” (QS. Al-Isra’: 109). Nabi SAW pernah berpesan, “jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah dosa-dosamu”. Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam api neraka seseorang yang menangis karena takut kepada Allah hingga air susu ibu (yang sudah diminum oleh anaknya) kembali ke tempat asalnya” (HR.at-Tirmidzi, sanad hasan)

Ciri-ciri orang yang beruntung ialah ketika mereka hadir di bumi langsung menangis, sementara orang-orang yang di sekitarnya tertawa dengan penuh kegembiraan. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang-orang di sekitarnya menangis karena sedih ditinggalkan.

Wallahu A’lam Bishshowab

Berita Terkait