Jaga Lisan Kunci Kesuksesan

...
Dibagikan oleh Admin pada 13 November 2017

 

Oleh : Moh. Syahri Sauma, M.Kom.I

 

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan lisan untuk berkomunikasi secara verbal dengan sesamanya. Tanpa lisan, manusia akan kesulitan menyampaikan apa yang ada di pikiran dan hatinya pada manusia lainnya. Karena itu, peran lisan sangat penting dalam menjaga hubungan baik dengan sesama. Ketika kita bisa menjaga lisan dengan baik, maka hubungan dengan sesama juga akan terjalin dengan baik. Sebaliknya, jika kita tidak bisa menjaga lisan, maka hubungan dengan sesama akan rentan rusak. Menjaga lisan tidak hanya menjadi kunci keberhasilan hubungan baik dengan sesama. Tetapi juga menjadi kunci untuk meraih surganya Allah dan menyelamatkan manusia dari siksa neraka.

Jika ingin menjadikan diri kita sebagai muttaqin/sukses sejati, maka satu hal yang perlu kita lakukan adalah menjaga salah satu anggota badan yang kelihatannya kecil, namun apabila tidak sanggup menjaganya, maka akan menimbulakan bencana yang sangat dahsyat. Anggota badan yang dimaksut adalah lidah. Lidah memang tidak bertulang tetapi sedikit saja salah dalam berbicara, maka akibatnya menjadi sangat fatal. Bisa terjadi perttumpahan darah, pertengkaran atau mungkin tidak saling tegur sapa. Maka tepatlah apa yang dikatakan oleh pepatah Arab:

????? ??????? ?? ??? ??????

Artinya:

“Keselamatan seseorang, tergantung pada bagaimana ia menjaga lidahnya”.

Sedemikian pentingnya menjaga lidah sehingga beliau bersabda:

????? ????? ???, ?????? ??????? ???????? ?? ?????? ??? ???????????? ?? ??? ??? ????????????? ?????????????? ??????????????

Artinya:

“Peliharahlah lidahmu karena manunusia nanti akan dicampakkan ke dalam neraka entah mukanya atau atau batang hidungnya yang tercampak terlebih dahulu, itu semua terjadi karena tidak bisa menjaga lidahnya”.

            Dalam hadis lain Rasulullah juga telah memberi peringatakan bahwa hendaknya anggota badan yang bernama lidah selalu di jaga, dalam artian bahwa tidak digunakan berbira kotor, mengumpat, menggunjing, dan lain-lain. Tetapi hendaknya lidah digunakan berkata jujur, kalau tidak bisa, lebih baik diam. sebagaimana sabda Raulullah:

???? ??? ???????? ????? ??????? ?????? ?????????? ??????? ????????????

Artinya:

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah berkata yang baik (jujur) atau diam".

            Inilah sabda Rasulullah yang merupakan ilustrasi bahwa keimanan seseorang dapat diukur dari perkataan baik dan buruknya.

            Imam al-Gazali dalam kitabnya Ihya Ulum al-Din,  menulis bahaya-bahaya lidah kalau tidak bisa menjaganya.

            Pertama, lidah yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, selau berkata yang tidak ada guna dan mamfaat. Juga memunculkan perkataan yang ngelantur, tiada ujung dan pangkalnya, sehingga potensial melahirkan fitnah. Permusuhan dan pertengkaran. Oleh karena itu Rasulullah bersabda:

???? ?????? ???????????? ????????? ???????? ?????? ??????????

Artinya:

"Di antara ciri kesempurnaan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak patutu dilakukan".

Kedua, lidah yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, akan suka membicarakan hal-hal yang erotis, kemaksiatan, penjudian, perzinahan dan lain-lain.

Ketiga, lidah yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, selalu menjadi pemicu pertengkaran. Belum tahu persoalan yang sebenarnya tiba-tiba saja emosi menguasai jiwanya. Kemudian lahirlah pertengkaran, pertikaian dan lain-lain. Olehnya itu Rasulullah bersabda:

????? ????????  ?????????? ??? ???? ????????????????????

Artinya:

Orang paling dibenci oleh Allah adalah orang yang suka bertengar dan suka saling menyerang.

            Keempat, lidah yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, akan selalu berbicara dusta. Sebagai buah dari tidak terkontrolnya agama dan akal sehat. Dan jika orang sudah terbiasa berkata dusta, maka tidak ada alamt yang dialamtkan kepadanya kecuali tanda munafiq. Sebab Rasulullah telah menyatakan tanda-tanda orang munafiq, adalah jika berbicara, ia selalu dusta.

            Kelima, lidah yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, akan melahirkan orang-orang suka melanggar janji, padahal janji harus selau ditepati. Janji adalah hutang (????? ???)  siapa yang berjanji ia harus menepati janjinya, baik janjinya kepada teman, saudara, partner bisnis, lebih-lebih janji kepada Allah.

            Itulah beberapa hal yang menjadi bahaya lidah yang tidak terkontrol oleh nilai-nilai Islam, semoga dengan ayat dan hadis ini, kita dapat berupaya untuk lebih meningkatkan kualitas taqwa dengan menjaga lidah yang dapat menimbulakan bahaya yang dahsyat. Agar kita bisa hidup dengan damai dan tentram.

Jaminan Surga untuk Mereka yang Komitmen Menjaga Lisan

Begitu besarnya pengaruh lisan bagi agama seseorang. Bahkan, Rasulullah Saw dalam berbagai riwayat disebutkan selalu mendorong ummatnya agar mampu menjaga lisan dengan baik.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abu Bakr Al Muqaddami telah menceritakan kepada kami Umar bin Ali dia mendengar Abu Hazim dari Sahl bin Sa'd dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa dapat menjamin bagiku sesuatu yang berada di antara jenggotnya (mulut) dan di antara kedua kakinya (kemaluan), maka aku akan menjamin baginya surga."

Hadist 2. Sahih al-Bukhari 6474

Setiap insan memiliki kebebasan untuk berbicara apa saja. Namun, sebagai makhluk sosial ada batasan-batasan agar tercipta harmoni dalam hubungan sosial satu sama lain. Selain itu, sebagai makhluk beragama kebebasan lisan juga dipagari dengan batasan-batasan norma agama. Pagar pembatas tersebut bukanlah untuk menghambat manusia dalam berkomunikasi. Akan tetapi untuk menjaga keharmonisan hubungan antar sesama manusia. Mari Jaga Lisan kita untuk meraih kesuksesan di duni dan di akhirat!!

Berita Terkait