Detail berita

...

Proses Bukan Proten

17 January 2017

Oleh : Robinsah (Dosen STAI Luqman Al Hakim Surabaya)

Salah satu kunci kegagalan untuk merajut asa menjadi seorang penulis, ialah berangan ingin menjadi cepat bisa alias instan.

Tidak sabar mengikuti proses. Inginnya pakek jurus 'bim salabim'. Sekali belajar, langsung bisa. Sekali kirim artikel ke media, maunya langsung diterima.

Ini adalah mission immpossable (misi mustahil), sebab hukum dunia yang berlaku menuntut akan adanya proses, tahapan-tahapan, bahkan tak jarang menuntut mengorbanan.

Jangankan soal tulis-menulis, hal-hal yang bersifat remeh-temeh, semacam makan saja, itu dibutuhkan proses untuk bisa menikmatinya.

Yang masak sendiri, maka kudu mengolah semuanya, mulai dari nasi hingga sayur sampai semua siap saji dan dinikmati. Pun demikian yang mengandalkan warung di pojok pasar. Harus pergi ke sana, beli, baru bisa menikmati makanan.

Inilah yang disebut dengan mengikuti proses; melakukan segala langkah yang harus ditempuh untuk mewujudkan segala harapan.

Untuk itu dibutuhkanlah kesabaran, kesungguhan, keuletan, semangat hingga pengorbanan.

Ini semua akan menjadi penompang teguhnya pendirian dalam menapaki proses, meski jauh fakta dari asa.Umpama. Sudah lama belajar tulis menulis dan telah berpuluh-puluh kali mengirim ke media massa, namun tidak juga tembus-tembus, orang yang memiliki karakter di atas tidak akan pernah patah semangat.

Karena ia berprinsip: semua yang ia lalui adalah sebuah proses. Bahkan kalaupun tulisannya telah rutin tembus ke berbagai media massa, ia tidak lantas berleha-leha dalam menajamkan pena, karena ia harus tetap berada pada jalur 'proses' menjadi penulis yang lebih baik lagi dan lebih baik lagi dari waktu ke waktu.

Dan proses inilah yang telah ditempuh oleh para penulis terkenal, baik itu tingkat Nasional maupun dunia, semisal Stephen King, Jack London dan J.K Towling. Pethatikan;

 

 

Stephen King

Buku pertama dari penulis sukses ini yang berjudul Carrie menerima 30 penolakan hingga akhirnya King menyerah dan membuangnya ke tong sampah. Sang istri mengambilnya kembali dan membujuk sang suami untuk terus mencoba. Sekarang buku karyanya telah terbit hingga ratusan judul yang membuatnya menjadi salah satu penulis terbaik sepanjang masa. Lalu, bagaimana dengan Anda ? Apakah baru sekali ditolak langsung dibuang ??

Jack London

Penulis ternama asal Amerika ini tidak selalu sukses. Saat ia akan menerbitkan novel terkenal seperti White Fang dan The Call of the Wild, cerita pertamanya mendapatkan 600 penolakan sebelum akhirnya diterima. Wow ?! Bukan lagi puluhan, bahkan ratusan penerbit.

J.K Rowling

Rowling mungkin identik dengan Harry Potter sekarang. Namun sebelum karyanya terbit, dia merupakan orang yang depresi berat, single parent yang mencoba membesarkan anak sendirian bersamaan dengan sekolah dan menulis novel. Rowling menggantungkan biaya hidupnya dari bantuan sosial. Dalam kurun waktu 5 tahun ia telah berubah menjadi salah satu wanita terkaya di dunia berkat ketekunan dan kerja keras yang ia dedikasikan.

Lalu bagaimana kisah perjuangan dari penulis-penulis sukses Indonesia?? Berselancarlah di Internet, maka akan kita dapati kisah yang tak jauh bebeda.

So, mari kita nikmati proses itu, dan jangan protes menapakinya.

Berita Terkait