Pemuda di Lingkaran Hijrah

...
Dibagikan oleh Admin pada 12 October 2017

Oleh : Muh Idris

Allah Swt menggambarkan pemuda yang ideal di dalam Al Qur’an. Nabi Ibrahim, sang Kekasih Allah, adalah profil ideal dari seorang pemuda. Kepemudaannya diakui oleh masyarakat luas pada saat itu,

“Mereka berkata, kami telah mendengar seorang pemuda belia yang selalu mencaci maki berhala mereka, namanya Ibrahim”. (QS. Al Anbiya 60).

Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat ini, mengutip sebuah riwayat dari Ibnu Abi Hatim Ra., dari Ibnu Abbas Ra. Berkata bahwa Allah tidak mengutus nabi kecuali dia adalah pemuda, dan Ilmu tidak diberikan kepada seorang Alim kecuali dia adalah pemuda.

Profil ideal pemuda dalam ayat di atas, menggambarkan bahwa pemuda adalah sosok yang tidak nyaman pada kondisi di mana Allah Swt tidak disembah sebagaimana mestinya. Bahkan kenabian dan kerasulan sebagai  jembatan sampainya risalah ketauhidan kepada manusia sangat berkaitan dengan pemuda. Ilmu pun demikian, akan sangat cepat diberikan apabila dia seorang pemuda.

Pada ayat yang lain, Ashabul Kahfi  menjadi profil ideal pemuda.

“Sesungguhnya mereka (ashabul kahfi) adalah pemuda belia yang beriman kepada Tuhan mereka dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk (QS Al Kahfi : 13)

Pada kedua ayat di atas term “fityah” atau pemuda belia yang digunakan. Pemuda belia dalam kondisi kekinian dapat disebut remaja. Remaja adalah sebuah masa usia yang tidak stabil, sehingga generasi mereka disebut sebagai generasi labil. Namun ayat di atas menggambarkan kebalikannya. Masa usia belia ternyata telah tumbuh keimanannya, sehingga Allah kemudian menambahkan petunjuknya kepada mereka.

Lebih lanjut, Al Imam Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini mengatakan bahwa dalam sirah nabawi pun demikian. Diceritakan bahwa yang paling pertama menyambut ajakan kebenaran adalah para pemuda, karena para orang tua dari kalangan Quraisy tidak banyak yang menyambut ajakan Nabi Muhammad Saw. Mereka memilih tetap dalam agama nenek moyang mereka.

Peristiwa hijrah adalah momen yang sangat penting dalam siroh nabawi. Hijrahnya Nabi beserta sahabat dari tanahnya para Nabi Makkah yang dimuliakan, menuju tanah suci, kota nabi, Madinah yang berlimpah cahaya. Maka sebagaimana risalah tauhid dari awal zaman hingga nanti akhir zaman yang akan terus dikelilingi oleh para pemuda, maka Hijrah pun demikian adanya.

Peran pemuda yang bahkan masih belia dapat terlihat jelas dalam goresan sirah nabawi. Mereka mengelilingi peristiwa hijrah, mulai dari masa persiapan, pelaksanaan bahkan pada masa penjagaan spirit hijrah, diantara mereka adalah Mushab bin Umair, Ali bin Abu Thalib, Anas bin Malik dan Usamah bin Zaid.

Mushab bin Umair : Sang diplomat Nabi

 Sebelum hidayah merasuk ke dalam hatinya, Mushab bin Umair adalah pemuda yang sempurna kehidupannya. Berada dalam keluarga terpandang dan kekayaan yang cukup. Penampilannya sangat menawan. Tempat mana pun di seantero kota Makkah yang dia lewati, maka seluruh orang akan mengenalinya dari harum udara yang dia lewati. Baju, sandal dan minyak wanginya di impor dari luar Makkah.

Ketika hidayah menyapa hatinya, penampilannya berubah drastis. Rasulullah dan para sahabat ketika melihatnya senantiasa menangis sambil mengatakan “dahulu dia yang paling sempurna penampilannya, namun kini ia meninggalkan semua”.

Ketika penduduk Yatsrib mulai menerima Islam, maka Rasulullah SAW mengirim Mushab bin Umair untuk menjadi diplomat. Usianya masih sangat muda saat itu. Namun, para pemimpin suku-suku Yatsrib pada saat itu, Aus dan Khazraj, takluk pada pertemuan pertama. Mereka mengatakan “saya telah melihat Islam dari wajahnya, sebelum mulutnya berbicara”.  

Ali bin Abi Thalib : sang Kecintaaan Rasulullah

Usianya masih  tujuh tahun, namun telah ikut tinggal bersama Rasulullah SAW. Kemana beliau pergi pasti ada Ali bin Abu Thalib. Senang dan sedihnya Rasulullah SAW juga menjadi senang dan sedihnya Ali. Kecintaan Rasulullah SAW kepada Ali begitu terlihat oleh para sahabat. Para sahabat pun sangat mendukung karena Rasulullah sejak kecil memang telah diasuh oleh ayah Ali, Abu Thalib yang juga paman beliau. Kecerdasan Ali juga menjadi penyebab makin bertambahnya kecintaan Rasulullah SAW kepada Ali.

Ketika turun perintah Hijrah, maka Rasulullah SAW pun meminta kepada Ali untuk berbaring di tempat tidur beliau. Sangat disadari resiko terhadap perintah ini, namun Ali telah dididik langsung oleh Rasulullah SAW. Sehingga walaupun masih muda, namun keimanannya mampu menjadikan nyawanya menjadi tidak berarti dihadapan kepeduliannya kepada keselamatan Rasulullah SAW.  

Maka pantas kemudian, jika perhatian Rasulullah setelah terjadinya hijrah menjadi sangat intens. Bahkan dalam banyak kesempatan Rasulullah langsung mendatangi Ali untuk memberikan pengetahuan-pengetahuan khusus. Maka, tidak heran jika banyak ditemukan hadits yang Rasulullah langsung menyampaikan sesuatu kepada Ali bin Abu Thalib

Anas bin Malik : Sang Pelayan Rasulullah

Ketika hampir penduduk Madinah telah memberikan selamat atas hijrahnya Rasulullah SAW, banyak di antara mereka yang bahkan memberikan hadiah dan menawarkan tempat tinggal untuk Rasulullah SAW. Di antara mereka ada seorang ibu yang yang menghadap Rasulullah sambil menggandeng putra laki-lakinya yang masih berusia 10 tahun.

“Ya   Rasulullah, semua orang telah memberikan selamat atas hijrahnya engkau ke kota kami. Beberapa di antara mereka telah memberimu hadiah dan beberapa menyediakan tempat tinggal untukmu. Sungguh ya Rasulullah kami tak memiliki apa-apa untuk kami hadiahkan kepadamu kecuali putraku ini. Saya hadiahkan dia sebagai pelayanmu”

Dialah Anas bin Malik, yang suatu hari berkata dihadapan para sahabat sambil berurai air matanya “sepuluh tahun lamanya saya hidup bersama Rasulullah, dan belum pernah saya mendengarkan beliau mengatakan, mengapa engkau melakukan itu dan mengapa engkau tidak melakukan itu”.

Dialah yang menadah mutiara-mutiara wahyu Ilahi yang keluar dari mulut mulia Rasulullah SAW. Dan hari ini, begitu mudah manusia menemukan nama Anas bin Malik dalam banyak hadits yang dihimpun oleh para ulama dalam kitab-kitab hadits.

   

Berita Terkait