stail.ac.id - Dirjen Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama (Kemenag) bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, belum lama ini, menyelenggarakan "
Short Course Pelatihan Kompetensi Dosen Pemula."
Salah satunya diselenggarakan oleh UIN MATARAM sebagai Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) berlokasi di The Green Jayakarta Resort and Spa, Senggigi, Lombok. Adapun tujuan penyelenggaraan, untuk mengarahkan dosen-dosen pemula menuju status dosen profesional. Pelatihan ini diadakan dalam rangkaian
On Job Training (OJT) selama 52 hari dan
In Service Training (IST) selama 2 hari.
Pelatihan ini diikuti oleh 120 peserta dosen dari Kopertais IV dan XIV , yang mewakili berbagai program studi di Perguruan Tinggi. Peserta berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Adapun dari Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim (STAIL), Surabaya, ada tiga dosen yang terpilih; ustadz Priyanto, M.Psi dan ustadz Abd. Malik Dachlan. M.Pd. dari Prodi PGMI. Serta ustadz Rudi Trianto, M.Si dari Prodi KPI.
“Jumlah peserta 120 dari total 2.500 dosen PTKI se Indonesia. Al-Hamdulillah, dari STAIL ada tiga dosen terpilih,” ungkap DirJen Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Muh. Ali Ramdhani, S.TP., MT, dalam sambutannya.

Dalam penilaian ustadz Priyanto, kegiatan pelatihan ini sangat penting guna mendukung kompetensi dosen pemula.
“Pelatihan ini merupakan langkah konkrit untuk mendukung pengembangan kompetensi dosen pemula, sehingga mereka dapat berkontribusi secara optimal dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia," ujar dosen asal Purwodadi, Jawa Tengah ini.
Senada dengan sutadz Pri, panggilan akrabnya, ustadz Abd Malik Dachlan, mengungkapkan kebahagiaannya mengikuti program ini, karena dinilai sangat membantu dalam kompetensi dosen pemula, agar dapat menciptakan kualitas pembelajaran yang lebih baik untuk generasi masa depan.
"Penting bagi kita semua untuk terus berinovasi dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis. Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat mengembangkan kompetensi mereka sehingga dapat menciptakan suasana belajar yang lebih baik bagi generasi mendatang," ungkap beliau.