MENSOSHUM BEM INKLUSIF 2022-2023 menggelar sebuah acara bertajuk DIAGNOSIS (Dialog Mahasiswa Kritis dan Solusi) dengan tema Telaah Kritis Apatisme Organisasi dan Kekerasan Perspektif Aktivis. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 02 Juni 2022 bertempat di aula Rahmat Rahman. Yang terlibat adalah para aktivis aktivis kampus baik yang aktif di organisasi internal maupun eksternal.
Kiki Hamdani selaku penyelenggara mengatakan bahwa diagnosis ini dibuat sesuai dengan nama forumnya dialog mahasiswa kritis dan solusi tujuan nya adalah untuk membangun jiwa kritis bagi seluruh aktivis kampus dalam menyikapi setiap permasalahan yang terjadi, dan bagaimana caranya agar mendapatkan solusi terbaik sehingga masalah masalah itu dapat di selesaikan dengan bijak.
“Acara ini sangat penting karena itu adalah salah satu cara pembelajaran yang efektif. Jika kita berbicara soal belajar, itu tidak hanya kita duduk di bangku kelas mendengarkan pemaparan dari dosen dosen, justru di forum seperti itu sangat efektif dan membantu kita membuka wawasan dan membuat gagasan baru menyikapi pada apa apa yang terjadi di sekitar lingkungan kita, dan itu menjadi wadah untuk menuangkan kemampuan akademik kita karena sehebat hebat nya orang dalam hal akademi jika itu tidak di implementasikan maka akan menjadi sia-sia”, ucap mahasiswa semester VI itu.

“Harapan dari acara yang dilaksanakan adalah seluruh mahasiswa itu mampu membangun jiwa kritis nya yang memang itu sangat erat hubungan nya dengan mahasiswa maka jika ada mahasiswa yang itu cuek atau acuh tak acuh terhadap suatu masalah maka itu mahasiswa yang gagal dalam berproses." Lanjutnya.
Ia mengaku memiliki banyak harapan sebagai mensoshum, selain mengharapkan semua mahasiswa memiliki jiwa kritis, mampu dan mau untuk mengkritisi seluruh kebijakan yang dibuat dari pihak kampus, juga ia ingin menjadikan STAIL sebagai satu kampus yang di segani oleh kampus lain karena didalamnya ada forum yang akan melahirkan akademisi yang hebat.
Acara berjalan dengan lancar, walaupun antusias dari kawan-kawan mahasiswa masih jauh dari apa yang diharapkan, akan tetapi karena ini perdana setelah sekian lama kosong nya kegiatan kegiatan seperti ini maka saya selaku mensoshum ingin memulai kembali dan ingin menggairahkan kembali diskursus di kampus ini.
Kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutinan dari mensoshum dan itu di selenggarakan satu bulan dua kali, dan isu isu yang diangkat adalah yang kritis-kritis sehingga membuat propaganda akan tetapi itu bertujuan baik bukan untuk membuat kekacauan teknisnya kita menyurati seluruh narasumber yang akan dihadirkan dan tetap menggunakan teknik diskusi argumentasi.