Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Luqman al Hakim Surabaya menggelar Wisuda Sarjana (S1) ke-25 sekaligus Penugasan Kader Dai Nusantara pada Sabtu (18/7/2026) di Hall Sulaiman, PP Hidayatullah Surabaya.
Kegiatan ini dihadiri tokoh-tokoh penting ormas Hidayatullah sebagai lembaga induknya. Di antaranya Ustaz Abdul Khaliq, Lc., M.H.I., Anggota Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah, Ustaz Dr. H. Miftahuddin, M.Si., Anggota Dewan Muzakarah Hidayatullah, Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si., Perwakilan Kopertais Wilayah IV Jawa Timur, Bapak Arif Budiarto, Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kota Surabaya, Ustaz H. Samsudin, S.SE., M.M., Anggota Badan Pembina Pesantren Hidayatullah Surabaya, Ustaz H. Marni Mulyana, Lc., M.Th.I., Ketua Badan Pengurus Kampus Utama Pesantren Hidayatullah Surabaya.
Perwakilan Kopertais Wilayah IV Surabaya/DIKTIS, Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si., mengapresiasi diferensiasi STAIL yang tidak hanya meluluskan sarjana secara akademik, melainkan langsung mengukuhkan dan menugaskan kader dai ke berbagai pelosok negeri. Menurutnya, kehasan berbasis pesantren ini sangat langka dan melatih lulusan untuk menerapkan servant leadership—yakni kepemimpinan yang fokus mengabdi dan melayani masyarakat.
"Distingsi STAIL ini sangat khas: tidak hanya meluluskan sarjana secara akademik, tetapi langsung mengukuhkan dan menugaskan kader dai ke seluruh pelosok Nusantara. Mohon kehasan ini terus dipertahankan," tegas Prof. Dr. Abdul Muhid, M.Si yang juga Wakil Rektor III UINSA Surabaya.
Ketua STAIL Surabaya, Ust. Faishal Haq, M.Pd.I., menegaskan bahwa gelar sarjana merupakan amanah moral, sosial, dan spiritual. Beliau mengingatkan para wisudawan agar senantiasa menjaga keimanan, merawat integritas dan adab, memberikan manfaat bagi masyarakat luas, serta tetap menjaga ikatan dengan almamater.
"Gelar sarjana yang Saudara raih hari ini merupakan amanah intelektual, moral, sosial, dan spiritual. Kelulusan ini bukan hanya kebanggaan pribadi, melainkan modal utama untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi agama, bangsa, dan masyarakat," ujar Faishal Haq.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Kampus Utama Pesantren Hidayatullah Surabaya, Ustaz Marni Mulyana, Lc., M.Th.I., menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan awal pengabdian panjang. Berbekal gemblengan nilai Al-Qur'an selama di pesantren, alumni diharapkan siap terjun ke medan dakwah. Beliau juga membagikan rencana pengembangan kampus melalui pembukaan Program Pascasarjana (S2) Manajemen Pendidikan Islam.
Sebagai penguat dan pelengkap, Anggota Pembina Kampus Utama Hidayatullah Surabaya, Ustaz H. Samsudin, S.SE., M.M., memotivasi para dai muda agar tidak pernah takut menjadi penegak kebenaran dan menolong agama Allah. Beliau berpesan agar lulusan meneladani ketangguhan serta keikhlasan sahabat Nabi, Mus'ab bin Umair, dalam membina dan mengajar Al-Qur'an di pelosok Nusantara.