Peran Multitalenta Mahasiswa Tugas Ramadhan STAIL di Cirebon

02 Maret 2026 Berita & Kegiatan

Kehadiran mahasiswa tugas dakwah dari STAI Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya kembali memberikan warna baru bagi pembinaan santri di daerah. Di Pondok Pesantren Hidayatullah Cirebon, Zulfa Rizalul Imam, mahasiswa yang tengah menjalani pengabdian Ramadhan, aktif memberikan bimbingan spiritual melalui program "Kajian Sebelum Berbuka".

Kegiatan yang berlangsung setiap pukul 17.30 WIB ini diikuti dengan antusias oleh para santri jenjang MTs dan MA. Pada sesi terbaru, Zulfa mengangkat tema penting mengenai "Keutamaan Puasa", sebuah materi yang krusial untuk memperkuat mentalitas ibadah para santri di pertengahan bulan suci.

Dalam penyampaiannya, Zulfa menekankan bahwa puasa bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga dari fajar hingga terbenam matahari.

"Puasa adalah madrasah bagi jiwa. Di dalamnya terdapat latihan kesabaran, keikhlasan, serta ujian dalam menjaga lisan dan perilaku. Itulah inti dari keutamaan puasa yang akan mengangkat derajat seorang mukmin," jelas Zulfa di hadapan para santri.

Materi yang disampaikan secara mendalam namun mudah dicerna tersebut diakui sangat menyentuh hati peserta. Algi, salah seorang santri asal Majalengka, mengungkapkan bahwa kajian ini menjadi titik balik baginya untuk memperbaiki kualitas ibadah.

"Alhamdulillah, saya merasa hati ini lebih tersentuh dan termotivasi. Kajian ini membuat saya sadar bahwa puasa bukan hanya soal fisik, tapi juga soal melatih kesabaran dan keikhlasan yang selama ini mungkin sering terabaikan," ungkap Algi.

Peran Multitalenta Mahasiswa Tugas

Selain mengisi mimbar kajian, kehadiran mahasiswa STAIL di Cirebon juga diakui sangat membantu operasional pesantren. Ketua Panitia Kegiatan, Ustadz Busro, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi Zulfa selama bertugas.

Menurut Ustadz Busro, peran mahasiswa STAIL sangat komprehensif, mulai dari Imam Tarawih, Pendampingan Santri dan Pengisi Kajian. "Alhamdulillah, penugasan mahasiswa dari STAIL ini sangat membantu sekali bagi kami, terutama dalam mengurus santri, menjadi imam tarawih, dan kegiatan lainnya. Kami merasa sangat terbantu dengan kualitas yang mereka miliki," pungkas Ustadz Busro.

Program dakwah ini menjadi bukti nyata komitmen STAIL Surabaya dalam mengirimkan kader-kader dai yang tidak hanya cakap dalam berteori, tetapi juga tangguh dan solutif dalam menjawab kebutuhan umat di lapangan.