Gandeng Sungai Watch, Mahasiswa KKN STAIL Ajak Santri Bersihkan Sungai

17 Desember 2025 Berita & Kegiatan

Kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini. Semangat inilah yang dibawa oleh lima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) saat menyambangi Pondok Pesantren Tahfidz Hidayatullah Banyuwangi, Rabu (17/12).

Tidak berjalan sendiri, kelima mahasiswa tersebut—Siti Choirul Azizah, Khoirunnisa, Putri Aminah Nabila, Muzammil Arif, dan Ahmad Syarif Syafiqi—menggandeng Non-Governmental Organization (NGO) ternama, Sungai Watch, untuk memberikan edukasi dan aksi nyata pelestarian lingkungan.

Edukasi Bahaya Plastik

Kegiatan yang mengusung tema “Kebersihan Lingkungan dan Sungai dari Sampah Non-Organik” ini diawali dengan sesi penyuluhan interaktif. Tim dari Sungai Watch memaparkan fakta krusial mengenai bahaya sampah plastik yang mencemari daerah aliran sungai (DAS).

“Sungai adalah sumber kehidupan. Jika tercemar, dampaknya bukan hanya merusak ekosistem air, tetapi juga mengancam kesehatan manusia di sekitarnya,” ujar perwakilan tim Sungai Watch di hadapan puluhan santri yang menyimak dengan antusias.

Aksi Nyata Susur Sungai

Tak sekadar teori, acara berlanjut pada aksi lapangan. Para mahasiswa mengajak para santri melakukan kegiatan susur lingkungan dan pembersihan area sungai di sekitar pondok pesantren.

Suasana gotong royong terasa kental saat para santri dan mahasiswa bahu-membahu memungut sampah plastik, botol bekas, dan kemasan sekali pakai yang tersangkut di aliran sungai maupun berserakan di bantaran.

Salah satu mahasiswa inisiator kegiatan mengungkapkan bahwa tujuan utama agenda ini adalah membentuk karakter santri yang peduli lingkungan.

"Kami ingin para santri tidak hanya hebat dalam menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjadi teladan nyata di masyarakat dalam menjaga kelestarian alam," ungkapnya.

Membangun Generasi Sadar Lingkungan

Kolaborasi antara dunia akademis (mahasiswa), lembaga pendidikan agama (pesantren), dan aktivis lingkungan (NGO) ini diharapkan menjadi pemicu gerakan yang lebih besar.

Kegiatan ditutup dengan pengumpulan kantong-kantong sampah hasil penyisiran area pondok dan sungai. Tumpukan sampah yang berhasil diangkat hari itu menjadi simbol kecil namun bermakna, bahwa generasi muda Banyuwangi siap bergerak untuk menjaga sungai mereka tetap bersih dan lestari.