
Hafalan al-Qur'an menjadi salah satu program unggulan yang dimiliki oleh STAI Luqman al-Hakim, Surabaya.
Setiap hari mahasiswa berkewajiban, untuk menyetorkan hafalan baru kepada pembimbing. Minimal setengah halaman.
Wabah pandemi virus Corona, mengubah pola proses hafalan mahasiswa. Tidak lagi dengan cara tatap muka secara langsung.
"Teknis yang berjalan saat ini, ialah setoran secara On Line. Karena akibat penyebaran virus Corona, seluruh mahasiswa berada di rumah."
Demikian jelas ustadz Arjad al-Hafidz, penanggung jawab program tahfidz, STAI Luqman al-Hakim, Surabaya.
Tekhnisnya, ujar ustadz asal Mamuju, Sulawesi ini, para mahasiswa terhimpun dalam beberapa grup WA.
Selanjutnya, mereka akan menyetorkan hafalan kepada pembimbing yang tergabung dalam grup tersebut.
"Program ini digulirkan, untuk tetap menjaga semangat mahasiswa dalam menghafalkan al-Qur'an. Sejauh ini berjalan cukup lancar, meskipun didapati beberapa kendala di lapangan," jelas Arjad. (Robinsah)