Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) Surabaya mengutus Alim Puspianto, M.Kom.I. mengikuti kegiatan Training of Trainer (TOT) Pelatih Pramuka Perguruan Tinggi (PERTI) dan Satuan Komunitas (SAKO) yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Surabaya. Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 24–25 Mei 2025, bertempat di Kantor Kwarcab Surabaya, Jalan Karah Agung.
Kegiatan TOT ini diikuti oleh total 100 peserta, terdiri dari perwakilan berbagai Pramuka Perguruan Tinggi dan SAKO di seluruh Surabaya. Tujuan pelatihan ini adalah untuk membekali para pembina dan pelatih Pramuka dengan pemahaman ilmu dan keterampilan yang terstandar, khususnya dalam konteks kepramukaan di lingkungan pendidikan tinggi dan SAKO.

Hari pertama pelatihan difokuskan pada penyampaian materi konseptual, yakni penjelasan mengenai “Merdeka Melatih” dan penyusunan kurikulum pelatihan kepramukaan. Peserta dibekali dengan wawasan baru mengenai pentingnya pendekatan fleksibel dan kontekstual dalam menyampaikan materi Pramuka. Di hari pertama ini para peserta diwajibkan membuat “Rencana Melatih” (RM) yang sesuai dengan standar yang ada di kepramukaan. Mulai dari RM materi inti maupun RM materi game atau permainan.
Pada hari kedua, peserta diajak untuk langsung mempraktikkan metode melatih melalui sesi praktik yang intensif. Salah satu sesi yang paling menonjol adalah microteaching, yang dipandu oleh Kak Dr. H Jainudin, MSi yang juga merupakan salah satu dosen di STAI Luqman Al Hakim Surabaya. Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk menunjukkan kemampuannya secara langsung di hadapan rekan-rekan peserta lainnya dan mendapatkan masukan konstruktif dari pemateri.
Kegiatan yang semula dijadwalkan selesai pada Ahad siang, akhirnya mundur hingga sore hari karena antusiasme peserta yang tinggi, khususnya pada sesi praktik melatih.

Bagi STAIL sendiri, keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi momen penting. Sejak diresmikannya Gugus Depan Gerakan Pramuka STAIL dengan No. Gugus Depan 09.029 dan 09.030 pada 19 Maret 2025 lalu. Sehingga dengan diresmikannya nomor Gudep tersebut STAI Luqman Al Hakim Surabaya resmi memiliki legalitas untuk menyelenggarakan kegiatan kepramukaan secara mandiri. Hal ini menandai babak baru dalam upaya pembentukan karakter mahasiswa melalui jalur pendidikan nonformal yang terstruktur melalui Gerakan Pramuka.
Alim Puspianto, M.Kom.I. mengungkapkan bahwa banyak ilmu dan relasi yang didapat serta keikutsertaan ini adalah langkah awal yang strategis untuk eksistensi Gerakan Pramuka di STAIL.
“Alhamdulillah dapat ilmu dan relasi baru, serta ini merupakan langkah awal dari kiprah Pramuka di STAIL. Kami ingin membangun budaya pembinaan karakter yang kokoh melalui Gerakan Pramuka, dan pelatihan ini menjadi bekal penting bagi kami”. Ujar Alim.