Ketua STAIL: Tiga Kunci Mahasiswa Survive Di Masa Pandemi

13 Juli 2020 Berita & Kegiatan
[caption id="attachment_6916" align="alignleft" width="137"]Dr. Mashud, M.Si Dr. Mashud, M.Si / Ketua STAI Luqman al-Hakim[/caption] Di tengah pandemi virus Corona, mahasiswa dituntut untuk tampil sebagai pribadi tangguh. Sebab, mereka memiliki peran strategis untuk menjadi generasi penerus bagi kemaslahatan agama, bangsa  dan negara. "Apa jadinya, bila mahasiswa yang acap disebut 'agent of change', ikut layu jiwanya terkena dampak Corona. Misalnya, Malas-malasan. Akan sangat berbahaya bagi masa depan bangsa." Demikian himbauan yang disampaikan Dr. Mashud, M.Si, ketua STAIL, Surabaya, dalam suatu diskusi. "Karena itu," sambungnya,"Mahasiswa harus tampil tangguh." Lulusan doktor UINSA kajian Komunikologi Al-Qur'an, Surabaya, itu memberikan rinciannya. "Sediktnya, mahasiswa haruslah tangguh dalam tiga hal, agar survive dalam menghadapi pandemi ini." "Aspek pertama," urainya, "Mahasiswa harus tangguh dalam bidang akademik." Ciri tangguh akademik, seorang mahasiswa memiliki karakter kuat dalam tiga hal yaitu, suka membaca, gemar menulis dan pandai berbicara/diskusi/dialog dengan orang lain. Di masa covid-19 ini, sambung laki-laki asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ini, mahasiswa yang tangguh akademiknya akan mengambil peran aktif untuk banyak membaca berbagai info dan literatur yang terkait dengan pandemi virus corona, lalu menulisnya (bisa lewat media online maupun cetak), dan menyampaikannya secara lisan dalam berbagai kondisi sesuai kemampuannya. Aspek yang kedua, lanjut Mashud, mahasiswa harus tangguh spiritual. Cirinya; seorang mahasiswa setidaknya memiliki karakter pribadi dalam lima hal yaitu, iman/spiritualnya kuat, setiap berakrifitas selalu berusaha berpijak pada nilai-nilai agama dan norma sosial-masyarakat, tekun beribadah, gemar amar ma'ruf, dan berusaha hidup dalam suasana lingkungan/masyarakat atau bersama teman/sahabat yang baik. "Dalam menghadapi ujian pandemi covid-19 ini, tangguh spiritual dibutuhkan agar sikap pribadi selalu baik dan tidak stress atau salah langkah dalam bersikap," ujarnya. Aspek yang terakhir, mahasiswa harus tangguh dalam bidang life skill. Indikasi keberhasilannya, seorang mahasiswa setidaknya memiliki tiga hal yaitu, pertama, berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakt sekitarnya, kedua, mencari/ melihat peluang bisnis atau peluang membangun kerjasama dengan berbagai pihak. Dan yang ketiga berusaha melaksanakan peluang tersebut sesuai kemampuan. "Di masa covid-19 ini, tangguh life skill dibutuhkan bagi mahasiswa yang sedang berada di kampung halamannya masing-masing, lalu berbuat yang terbaik sesuai situasi, kondisi dan dukungan lingkungan sekitar," paparnya. "Dengan memiliki tiga ketangguhan di atas, Insya Allah mahasiswa akan survive menghadapi pandemi ini. Lebih dari itu, akan memberikan manfaat positif, baik bagi dirinya sendiri, maupun orang lain di sekitarnya," tutup sosok murah senyum itu. (Robinsah)