KKN-PKM STAIL 2026: Kolaborasi Mahasiswa, Dosen, dan Masyarakat untuk Program Kampung Pancasila

21 Juli 2026 Berita & Kegiatan

Surabaya — STAI Luqman Al-Hakim Surabaya menyelenggarakan program Kuliah Kerja Nyata–Pengabdian kepada Masyarakat (KKN-PKM) Kolaboratif Tahun 2026 di dua wilayah Kecamatan Mulyorejo, yakni Kelurahan Kejawan Putih Tambak dan Kelurahan Kalisari. Program ini berlangsung mulai 15 Juli hingga 15 Agustus 2026 dengan melibatkan mahasiswa dari empat program studi, yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ekonomi Syariah (Eksya), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Kegiatan pembukaan KKN-PKM dilaksanakan di kantor kelurahan masing-masing lokasi. Acara tersebut dihadiri oleh unsur perangkat kelurahan, pengurus RW dan RT, Ketua PKK, serta unsur keamanan dari Polsek dan Koramil. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan bahwa KKN-PKM STAIL tidak hanya menjadi agenda akademik kampus, tetapi juga bagian dari kerja kolaboratif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.

Ketua STAI Luqman Al-Hakim Surabaya, Ustadz Faishal, M.Pd.I, menyampaikan bahwa KKN-PKM merupakan wadah penting bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan ilmu yang telah diperoleh di ruang kuliah.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga perlu hadir di tengah masyarakat untuk melihat realitas sosial, mengenali kebutuhan warga, serta memberikan kontribusi sesuai kapasitas keilmuan masing-masing.

“KKN-PKM ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa di masyarakat. Mereka belajar mempraktikkan ilmu yang selama ini diperoleh di ruang kuliah, sekaligus belajar memahami kehidupan masyarakat secara langsung,” ujar Ustadz Faishal.

Pada pelaksanaan tahun ini, mahasiswa dibagi ke dalam dua kelompok utama. Kelompok pertama ditempatkan di Kelurahan Kejawan Putih Tambak dengan jumlah 37 mahasiswa dan diketuai oleh Mas Idris. Sementara itu, kelompok kedua ditempatkan di Kelurahan Kalisari dengan jumlah 27 mahasiswa dan diketuai oleh Mas Haidar. Dengan demikian, total mahasiswa yang mengikuti program KKN-PKM Kolaboratif STAIL tahun 2026 berjumlah 64 mahasiswa.

Lurah Kalisari, Bapak Yudiono, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran mahasiswa STAIL di wilayahnya. Ia menilai, sejumlah titik RW di Kelurahan Kalisari masih membutuhkan perhatian dan penguatan program berbasis masyarakat. Karena itu, ia berharap program-program yang dijalankan mahasiswa dapat memberi manfaat langsung dan bahkan menjadi inspirasi bagi wilayah lain.

“Kami bersyukur KKN-PKM STAIL bisa dilaksanakan di Kelurahan Kalisari. Ada beberapa titik RW yang memang menjadi perhatian khusus. Siapa tahu nanti program PKM mahasiswa bisa menjadi inspirasi bagi RW-RW lain di Kalisari,” ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LPMK Kelurahan Kejawan Putih Tambak, Abah Yasin, menyampaikan bahwa wilayah Kejawan memiliki karakter masyarakat pesisir tambak yang masih membutuhkan pendampingan dalam berbagai bidang.

 Menurutnya, kehadiran mahasiswa dapat membantu memperkuat aspek sosial, ekonomi, dan keagamaan masyarakat.

“Kejawan ini masyarakat pesisir tambak. Masih butuh pendampingan sosial, ekonomi, dan keagamaan. Sentuhan dari adik-adik mahasiswa diharapkan bisa memberi kontribusi nyata bagi masyarakat Kejawan Putih Tambak,” ujarnya.

Wakil Ketua III STAIL, Dr. Mashud, M.Si, menegaskan bahwa KKN-PKM tahun ini juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama antara STAI Luqman Al-Hakim Surabaya dengan Pemerintah Kota Surabaya. Salah satu perhatian penting dalam program ini adalah dukungan terhadap pembinaan Kampung Pancasila, sebagai ruang penguatan nilai kebangsaan, kerukunan, pemberdayaan, dan partisipasi warga.

Menurut Dr. Mashud, keterlibatan perguruan tinggi keagamaan Islam dalam program masyarakat menjadi bentuk nyata kontribusi kampus dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan produktif. “Program ini adalah bagian dari kolaborasi antara pemerintah kota dan perguruan tinggi keagamaan Islam.

 Mahasiswa hadir bukan hanya membawa program, tetapi juga membawa semangat pengabdian, kolaborasi, dan pembelajaran sosial,” jelasnya.

Ketua LPPM STAIL, Moh. Syahri Sauma, M.Kom.I menambahkan bahwa pelaksanaan KKN-PKM tahun ini memiliki kekhasan tersendiri karena melibatkan dosen secara lebih aktif dalam proses pendampingan bersama mahasiswa.

 Model kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas program, memperkuat dampak kegiatan di masyarakat, sekaligus menghasilkan luaran akademik berupa laporan pengabdian yang lebih kontributif.

“PKM tahun ini sedikit berbeda. Dosen ikut berperan aktif dalam proses pengabdian bersama mahasiswa. Harapannya, masyarakat benar-benar mendapatkan dampak dari program ini, dan kampus juga menghasilkan luaran laporan pengabdian yang kontributif,” jelas Moh. Syahri Sauma.

Melalui empat program studi yang terlibat, KKN-PKM STAIL dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kebutuhan masyarakat. Mahasiswa MPI dapat berkontribusi dalam manajemen kegiatan pendidikan dan kelembagaan masyarakat. Mahasiswa KPI dapat mendukung komunikasi publik, literasi media, dokumentasi, dan dakwah sosial.

 Mahasiswa Ekonomi Syariah dapat berperan dalam edukasi ekonomi keluarga, UMKM, literasi keuangan syariah, dan pemberdayaan ekonomi warga. Sementara mahasiswa PGMI dapat berkontribusi dalam pendampingan anak-anak, pendidikan dasar, literasi, dan pembelajaran berbasis karakter.

Dengan pendekatan kolaboratif, program ini tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu mendengar kebutuhan warga, menyusun program bersama, menjalankan kegiatan secara partisipatif, serta melakukan refleksi atas dampak program yang telah dilaksanakan.

KKN-PKM Kolaboratif STAIL 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi keagamaan Islam dalam pemberdayaan masyarakat perkotaan. Kehadiran mahasiswa dan dosen di Kejawan Putih Tambak dan Kalisari diharapkan mampu melahirkan program yang bermanfaat, berkelanjutan, serta menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, nilai keislaman, dan kebutuhan nyata masyarakat.

Melalui kegiatan ini, STAI Luqman Al-Hakim Surabaya menegaskan komitmennya sebagai kampus yang tidak hanya bergerak dalam ruang akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membangun kolaborasi, memperkuat nilai sosial-keagamaan, dan memberikan kontribusi nyata bagi Surabaya.