Rabu (08/12) sejumlah 4 orang mahasiswa anggota STAIL Pecinta Alam (LAPALA) ikut bergabung bersama Tim SAR Hidayatullah berangkat menuju lokasi terdampak erupsi Semeru. Keempat mahasiswa tersebut, Radilan Syauqi, A. Malik, Alif Islami, dan Adib. Kegiatan ini rencananya akan berlangsung selama empat hari kedepan, “Kita targetkan sampai hari minggu nanti.” kata Ustadz Alim, ketua SAR Hidayatullah Jatim.
Berdasarkan keterangan Ust. Alim Puspianto, keempat anggota LAPALA tersebut memang telah mengkuti DIKLAT SAR setingkat mahasiswa. “Jadi tim dari mahasiswa ini memang benar-benar memiliki bekal dan menguasai tehnik-tehnik dasar dilapangan sehingga siap untuk terjun kelapangan, tidak sembarang.” ungkap komandan SAR yang juga dosen ini.
Sebagaimana disampaikan oleh Radilan Syauqi (Ketua LAPALA STAIL), aksi ini adalah bentuk kepekaan social dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tengah mendapat musibah akibat erupsi Gunung Semeru, “Ini adalah bentuk kepedulian kita antar sesama anak bangsa, apalagi kita adalah mahasiswa, jadi harus menjadi garda terdepan untuk hal-hal yang baik”. Kata Syauqi, panggilan akrabnya.
Selanjutnya, mahasiswa asal Dompu itu juga menyampaikan bahwa mahasiswa STAIL itu harus siap dalam keadaan apapaun ketika sewaktu-

waktu harus terjun ke lapangan untuk aksi sosial seperti ini.” Jadi walaupun mendadak, kita harus sami’na wa’atho’na”. Katanya.
Selain turun langsung ketempat lokasi bencana untuk evakuasi, mahasiswa STAIL juga bergerak turun kejalan untuk aksi open donasi untuk korban bencana erupsi gunung Semeru. Kegiatan aksi turun kejalan ini sudah dilakukan selama dua hari, hari Selasa – Rabu, 7-8 Desember 2021, di perempatan simpang Kertajaya, Mulyorejo, Kota Surabaya. Kegiatan ini ikuti sebagian besar mahasiswa STAIL dan langsung di koordinir oleh masing-masing ketua ORMAWA STAIL terutama BEM.