Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STAIL Surabaya, menyelenggarakan pembukaan program 'Ruang Diskusi,' yang notabene forum adu argumen seluruh anggota LDK STAIL. Kegiatan perdana pasca 'diliburkan' akibat wabah Corona ini, berlangsung pada hari sabtu pada tanggal 25 September 2021, di Aula Rahmad Rahman Ponpes Hidayatulah, Surabaya, dengan mengangkat tema “Pentingnya Literasi bagi Mahasiswa”.
Dalam sambutannya, Andika, ketua LDK STAIL, menegaskan kepada oara peserta diskusi, bahwa sangat penting bagi mahasiswa menghidupkan forum-forum diskusi. Tujuannya agar eksistensi dan keaktifan mahasiswa dalam dunia intelwktualitas terus terasah.
"Inilah yang menjadi landasan dasar untuk kembali membuka ruang-ruang ilmiah seperti yang telah diwadahi oleh LDK," ujarnya.
Adapun diangkatnya tema utama tentang 'Mahasiswa dan Literasi', sambung pemuda asal Bengkulu ini, karena menimbang keduanya ibarat dua mata uang. Saling memiliki kaitan yang sangat erat satu sama lain. Kedua selalu bersinggungan dalam dunia akademik.

"Literasi adalah nilai yang sangat berharga bagi jalan kehidupan mahasiswa. Dengan membuka ruang literasi berarti membuka pula pintu-pintu cakrawala pengetahuan. Sebaliknya, jika pintu-pintu literasi itu tertutup, maka akan redup pula ruang-ruang pengetahuan bagi mahasiswa itu sendiri. Dan pada akhirnya akan menimbulkan problematika yang besar bagi dunia mahasiwa," ulasnya.
"Oleh sebab itu," sambungnya lagi, “Jangan sampai peradaban ilmu ini hilang di dunia kita (mahasiswa). Sebab dengan literasi inilah mahasiswa akan mampu menjawab berbagai tantangan yang bervarian di zaman sekarang ini. Lebih dari itu, dengan hidupnya literasi bagi kita semua, inilah yang menjadi modal dasar terciptanya suatu peradaban ilmu bagi lingkungan kita,” tukasnya.
Dalam forum diskusi ini, hadir sebagai pembicara utama; ketua HMJ MPI, bang Syaiful Abdullah Lewar, Ketua HMJ KPI, Bang Radilan Syauqi, dan ketua BEM STAIL, Bang Fadli.
“Sangat kami apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus LDK atas gembrakan yang dilakukan” ucap ketua BEM STAIL, Bang Fadli, mengapresiasi program.
Kemudian pria asal bontang itu juga mengharapkan bagi setiap UKM kampus untuk memasifkan kegiatan-kegiatan mahasiwa agar mampu memberikan warna yang akan meningkatkan produktivitas mahasiwa STAIL,khususnya di bidang intelektualitas.
“Kita jangan diam. Kita harus proaktif. Mari maksimalkan potensi yang ada di setiap mahasiwa. Jangan sampai ruang lingkup mahasiswa kita hanya sebatas asrama, dapur dan bangku kuliah saja” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh bang Syauqi, “Ini adalah salah satu gerakan yang baik bagi kita selaku insan akademik. Kita dituntut untuk terus mengasah potensi kita. Salah satunya dengan menggali, mencari, mendalami serta mendiskusikan problematika yang ada di sekitar kita, untuk menghasilkan solusi yang solutif. Saya rasa itu adalah bagian dari Literasi”. Kata pria penggelut dunia conten Creator.
Dalam edisi perdana ini, yang menjadi titik perhatian adalah mengumpulkan beberbagai perspektif dari masing-masing pembicara tentang hal-hal yang relevan tentang tema yang diangkat kemudian dihimpun menjadi kesimpulan dan solusi. Harapannya dapat menajamkan kemampuan dunia literasi bagi kalangan mahasiswa STAIL. /
LDK STAIL Surabaya