Mahasiswa STAIL Bedah Kitab Ta'lim al-Muta'allim di Tempat Tugas Ramadhan

02 Maret 2026 Berita & Kegiatan

Sore hari menjelang waktu berbuka puasa biasanya menjadi saat-saat krusial bagi para santri untuk tetap produktif. Di Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah Tuban, suasana tersebut diisi dengan kegiatan bermanfaat bertajuk "Kajian Sebelum Berbuka" yang bertempat di masjid pesantren setempat.

Kegiatan rutin ini menghadirkan Rendi Agustyo S., mahasiswa STAI Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya yang sedang menjalankan tugas dakwah Ramadhan. Di hadapan para santri jenjang SMP dan SMK, Rendi membedah kitab klasik yang sangat fundamental bagi penuntut ilmu, yakni Kitab Ta'lim al-Muta'allim.

Selama sesi yang berlangsung pukul 17.00 hingga 17.50 WIB, Rendi memaparkan poin-poin esensial dalam menuntut ilmu, mulai dari hakikat ilmu, pentingnya meluruskan niat, hingga adab terhadap guru, kitab, dan sesama teman. Tak hanya teori, ia juga menghidupkan suasana dengan menceritakan kisah-kisah inspiratif para ulama terdahulu dalam menjaga adab saat mencari ilmu.

Penyampaian yang luwes membuat materi yang cukup berat ini terasa ringan bagi para santri. Muhammad Farhan, santri asal Bima, mengakui bahwa kajian ini sangat menyentuh realita kehidupan mereka di pesantren.

"Selama proses ta’lim terasa seru dan asyik. Materi yang disampaikan sangat relate dan relevan dengan kehidupan kami di pondok, terutama tentang bagaimana pentingnya beradab dalam mencari ilmu," ujar Farhan.

Mahasiswa STAIL Bedah Kitab Ta'lim al-Muta'allim di Ponpes Hidayatullah Tuban

Lebih dari Sekadar Penceramah

Kehadiran mahasiswa STAIL di Tuban ternyata memberikan dampak yang lebih luas dari sekadar mengisi mimbar kajian. Ketua DPD Hidayatullah Tuban sekaligus Ketua Panitia Kegiatan, Ustadz Lajianto, menyatakan kekagumannya atas dedikasi para mahasiswa tugas dakwah ini.

"Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya mahasiswa tugas dakwah Ramadhan dari STAIL ini. Kehadiran mereka menjadi penyemangat tersendiri bagi para santri," ungkap Ustadz Lajianto.

Lebih lanjut, beliau mengapresiasi keaktifan Rendi yang tidak hanya bertugas sebagai imam dan penceramah, tetapi juga terjun langsung mendampingi para santri di asrama. "Akhi Rendi ini terlibat langsung dalam pendampingan santri di asrama. Kedekatan inilah yang membuat kehadirannya sangat dirasakan manfaatnya oleh lingkungan pesantren kami," tambahnya.

Kegiatan dakwah ini menjadi bagian dari komitmen STAIL Surabaya untuk mencetak kader dai yang tidak hanya mumpuni secara intelektual, tetapi juga mampu berbaur dan membimbing umat secara langsung di lapangan.