Mahasiswa STAIL Jadi Guru Bahasa Arab Selama Tugas Ramadhan

01 Maret 2026 Berita & Kegiatan

Momen bulan suci Ramadhan tidak hanya diisi dengan ibadah mahdhah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ajang peningkatan kapasitas keilmuan para santri. Pemandangan edukatif ini terlihat di Yayasan Pendidikan Islam Salaf Az Zubair, Desa Sergang, Kabupaten Sumenep, di mana para santri antusias mengikuti program Kursus Bahasa Arab.

Menariknya, program ini diampu langsung oleh Ali Hamdani, mahasiswa prodi MPI (Manajemen Pendidikan Islam) semester IV STAI Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya yang sedang menunaikan tugas dakwah Ramadhan di daerah tersebut.

Setiap hari selepas shalat Dzuhur, Ali Hamdani—yang akrab disapa Ustadz Dani oleh para santri—membimbing anak-anak didiknya untuk mendalami bahasa Al-Qur'an. Fokus pembelajaran pada program kursus ini ditekankan pada dua poin inti, yakni pengayaan kosakata bahasa Arab (mufrodat) serta pemahaman dasar mengenai tatanan atau struktur kalimat bahasa Arab.

Mahasiswa STAIL Jadi Guru Bahasa Arab Selama Tugas Ramadhan

Belajar yang Mengasyikkan

Pendekatan mengajar yang dilakukan oleh mahasiswa STAIL ini ternyata sukses mencuri perhatian para santri. Pembelajaran bahasa Arab yang kerap dianggap sulit berhasil dikemas menjadi sesi yang interaktif dan menyenangkan. Hal ini diakui langsung oleh salah satu peserta kursus, Abdullah.

"Saya sangat senang sekali bisa belajar dengan Ustadz Dani. Ini menjadi salah satu pengalaman belajar yang seru dan mengasyikkan buat kami, karena penyampaian materinya sangat mudah dipahami dan menarik," ungkap Abdullah antusias.

Cetak Generasi Cinta Al-Qur'an

Inisiatif pengajaran bahasa Arab ini juga mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari pihak yayasan. Ustadz Subair, selaku Penanggung Jawab (PJ) kegiatan, menyampaikan pesan dan harapan besarnya atas terselenggaranya kursus tersebut.

"Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi terbentuknya keterampilan berbahasa Arab para santri di sini," tutur Ustadz Subair.

Lebih jauh, ia berharap ilmu yang disalurkan oleh mahasiswa STAIL ini dapat membawa dampak jangka panjang bagi ekosistem pendidikan di yayasan tersebut.

"Harapan kami, ke depannya para santri bisa menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi sehari-hari. Dan yang paling penting, semoga dengan ini mereka bisa lebih cinta terhadap Al-Qur'an karena telah memahami bahasanya langsung," pungkasnya.

Melalui penugasan Ramadhan ini, mahasiswa STAIL Surabaya kembali membuktikan perannya tidak hanya sebagai pendakwah di mimbar, tetapi juga sebagai tenaga pendidik yang menginspirasi generasi muda Islam di berbagai daerah.