Gema syiar Ramadhan di Masjid Al-Fath Hidayatullah Batu Kajang terasa semakin hidup dengan hadirnya kajian-kajian inspiratif. Pada sesi Ceramah Subuh kali ini, jamaah yang terdiri dari para ustadz, santri, hingga warga setempat mendapatkan untaian ilmu dari Muhammad Ichsan, mahasiswa semester IV STAI Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya yang tengah bertugas dalam program dakwah Ramadhan.
Mengangkat tema "Kemuliaan dan Keutamaan Al-Qur’an di Bulan Ramadhan", Ichsan mengajak jamaah untuk merenungkan mengapa segala sesuatu yang berkaitan dengan Al-Qur'an secara otomatis menjadi mulia. Ia memberikan analogi logis yang menyentuh hati para pendengar.

"Jika malaikat menjadi mulia karena membawa Al-Qur’an, jika Nabi Muhammad SAW menjadi pemimpin para nabi karena menerima Al-Qur’an, dan jika Ramadhan menjadi bulan terbaik serta Lailatul Qadar menjadi malam terbaik karena turunnya Al-Qur’an, maka sejauh mana kita bersama Al-Qur’an, sejauh itu pula kemuliaan kita akan tampak," tutur Ichsan dalam ceramahnya.
Pesan ini memberikan kesan mendalam bagi jamaah. Dzaki, salah satu peserta kajian, mengaku mendapatkan perspektif baru yang menggugah jiwa. "Alhamdulillah, dapat pencerahan yang sangat menyentuh. Penyampaiannya juga asyik dan tidak membosankan," ungkapnya.
Apresiasi untuk Kader Dai
Ketua Panitia Kegiatan, Sukirno, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas performa mahasiswa asal Surabaya tersebut. Menurutnya, materi yang dibawakan sangat sistematis dan diperkuat dengan dalil-dalil yang relevan, sehingga bobot keilmuannya sangat terasa.

Namun, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kualitas dai muda, Sukirno juga memberikan catatan konstruktif.
"Penyampaiannya sudah bagus dan sistematis. Harapan kami, ke depan kualitas penyampaian terus ditingkatkan, mungkin dengan sedikit mengurangi kecepatan bicara agar pesan inti bisa lebih meresap dan mudah diterima oleh seluruh lapisan jamaah," pesan Sukirno.
Kehadiran mahasiswa STAIL di Batu Kajang ini menjadi bagian dari misi besar kampus untuk melahirkan dai-dai muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga mampu memberikan pengaruh positif secara langsung di tengah masyarakat pelosok nusantara.