Suasana pagi di bulan suci Ramadhan terasa semakin bermakna bagi para santri dan jamaah Masjid Pondok Pesantren Hidayatullah, Semarang. Pada kajian subuh yang berlangsung pukul 05.00 hingga 06.00 waktu setempat, jamaah disuguhkan dengan siraman rohani yang mendalam dari mahasiswa STAI Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya yang sedang menunaikan tugas pengabdian.
Maulana Faris Hidayat, mahasiswa semester IV STAIL asal Papua, yang bertugas di Hidayatullah Semarang sejak awal Ramadhan mengisi kajian dengan tema "Waktu yang Berharga di Bulan Ramadhan", Maulana mengajak para jamaah untuk merenungi indahnya skenario takdir Tuhan.

“Rencana Allah itu begitu indah. Jika kita hanya mempermasalahkan takdir Allah, itu sama saja kita menyia-nyiakan waktu kita,” pesan Maulana di hadapan para jamaah.
Penyampaian yang penuh semangat dipadukan dengan kemampuan public speaking yang memukau membuat pesan tersebut tersampaikan dengan sangat apik. Hal ini diakui langsung oleh salah satu peserta kajian, Ahmad Alfan az-Zumar.
"Setelah mendengarkan kajian dari Ustadz Maulana, saya jadi lebih sadar bahwa semua yang terjadi dalam hidup ini adalah kehendak Allah. Tidak ada yang kebetulan, semuanya sudah diatur dengan sebaik-baiknya," ungkap Alfan.
Alfan juga menambahkan bahwa gaya ceramah Maulana berhasil membawa emosi para jamaah turun naik—mulai dari tersenyum, merenung, hingga menyesali perbuatan sendiri.
"Isi dari apa yang beliau sampaikan begitu dalam, seperti tamparan halus supaya kita tidak lagi menyia-nyiakan waktu di bulan Ramadhan," tambahnya.

Apresiasi Dari Tempat Tugas
Program penugasan mahasiswa STAIL di bulan Ramadhan ini mendapatkan apresiasi luar biasa dari pihak penyelenggara di tempat tugas. Ustadz Bagas, selaku penanggung jawab kegiatan di Ponpes Al Burhan Semarang, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya.
"Alhamdulillah, kami sampaikan terima kasih kepada STAIL yang telah mengirimkan mahasiswanya dalam tugas Ramadhan ini. Kami sangat terbantu sekali," ujar Ustaz Bagas.
Ia juga memuji kompetensi para mahasiswa yang dikirimkan ke daerahnya. "Kualitas teman-teman mahasiswa ini juga sangat bagus. Mereka tidak hanya cakap dalam berceramah, tetapi juga bisa menjadi imam shalat serta andal dalam menghandle kegiatan santri lainnya," pungkasnya bangga.
Kegiatan pengabdian Ramadhan seperti ini diharapkan terus berlanjut guna memberikan manfaat yang luas, sekaligus menjadi ajang pembuktian kapasitas mahasiswa sebagai dai di tengah masyarakat.