Pastikan Program Berjalan Efektif, Kepengasuhan STAIL Sambangi Mahasiswa Tugas Ramadhan

17 Maret 2026 Berita & Kegiatan

STAI Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya tidak hanya melepas mahasiswanya untuk bertugas di bulan Ramadhan, tetapi juga aktif melakukan pendampingan dan monitoring di lapangan. Hal ini terlihat dalam agenda "Sambang Dai Ramadhan" yang digelar pada Senin (16/3/2026) di Masjid Aisyah, lingkungan Kantor Mitra Dai Nusantara (MDN).

Sambang Dai Ramadhan

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Monitoring dan Evaluasi (Monev) sekaligus penguatan kapasitas dai ini dihadiri langsung oleh Kepala Kepengasuhan STAIL, Ustadz Alim Puspianto. Ia hadir untuk meninjau perkembangan tiga mahasiswa semester VI—yakni Maulana, Idham, dan Soumori—yang tengah menunaikan tugas pengabdian di lembaga amil dan dakwah tersebut.

Dalam arahannya, Ustadz Alim Puspianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran Ketua dan Pengurus MDN yang telah bersedia membina dan mengarahkan para mahasiswa selama proses tugas dakwah Ramadhan. Ia juga memberikan suntikan motivasi kepada para mahasiswa agar meniatkan tugas ini sebagai ajang pengembangan diri.

"Untuk para mahasiswa, mari kita laksanakan, jalani, dan nikmati tugas dakwah Ramadhan ini dengan hati yang senang. Insya Allah, hati yang senang akan memudahkan setiap urusan kita. Upayakan untuk memaksimalkan waktu yang ada guna belajar lebih banyak lagi, khususnya terkait dunia filantropi dan manajerial dakwah," pesan Ustadz yang juga aktif di dunia SAR ini.

Sambang Dai Ramadhan

Dari Bangku Kuliah Terjun ke Dunia Nyata

Bimbingan dan arahan langsung dari kampus ini ternyata memberikan dampak psikologis yang positif. Direktur MDN, Abdul Hanafi, juga selaku Ketua Panitia Kegiatan, mengakui bahwa kunjungan ini menjadi penyuntik semangat bagi seluruh tim.

"Alhamdulillah, kunjungan dan penguatan dari Ustadz Alim menjadikan spirit semua tim semakin bertambah dalam menjalankan tugas. Kami juga sampaikan terima kasih atas kepercayaan STAIL yang telah mengirimkan kader-kader terbaiknya untuk bertugas di MDN," tuturnya.

Pengalaman diterjunkan langsung ke lembaga profesional seperti MDN dirasakan sangat berharga oleh para mahasiswa. Soumori, salah satu mahasiswa tugas, mengungkapkan antusiasmenya karena bisa memadukan teori akademik dengan realita di lapangan.

"Luar biasa. Kalau biasanya kita di bangku kuliah hanya mempelajari teori, sekarang kita bisa melihat, belajar, dan mempraktikkannya secara langsung. Apalagi ilmu tentang dunia filantropi ini sangat penting sekali sebagai bekal kami menjadi seorang kader ke depannya," ungkap mahasiswa asal Maluku ini.

Sinergi antara kampus STAIL dan lembaga MDN ini membuktikan bahwa pendidikan holistik yang menggabungkan kecerdasan intelektual di kelas dan keahlian taktis di lapangan adalah kunci untuk mencetak dai yang tangguh dan adaptif.