SURABAYA - Suasana Aula Utama Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman Al-Hakim (STAIL) Surabaya, Sabtu (5/9/2026), menjadi titik awal perjalanan akademik mahasiswa baru. Melalui Pengenalan Budaya dan Akademik Kampus (PBAK) 2026, para mahasiswa diperkenalkan tidak hanya pada kehidupan perkuliahan, tetapi juga pada karakter dan nilai yang akan mereka bawa selama menempuh pendidikan di STAIL.
PBAK yang berlangsung selama dua hari, 5-6 September 2026, mengangkat tema “Membentuk Generasi Muslim Intelektual, Berkarakter, dan Berdaya Juang sebagai Penggerak Indonesia Emas 2045.”
Ketua STAIL Surabaya, Ust. Faishal Haq, M.Pd.I., membuka kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengenalan mengenai perjalanan STAIL, mulai dari sejarah berdirinya kampus hingga visi dan misi yang menjadi arah pendidikan lembaga.
Di hadapan mahasiswa baru, Faishal menekankan bahwa kehidupan kampus tidak semestinya dijalani hanya dengan rutinitas masuk kelas, mengerjakan tugas, lalu mengejar kelulusan. Mahasiswa, menurutnya, harus berani mengembangkan potensi dan mengambil ruang untuk tumbuh.
Ia mendorong mahasiswa baru untuk terus berkarya, aktif dalam berbagai kegiatan positif, tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, serta mengejar prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Pesan tersebut sekaligus menjadi penanda bahwa PBAK di STAIL bukan hanya agenda mengenalkan gedung, aturan, atau sistem perkuliahan. Mahasiswa baru sejak awal diarahkan memahami identitasnya sebagai insan akademik yang dituntut memiliki kemampuan intelektual sekaligus karakter keislaman yang kuat.
Sepanjang hari pertama, mahasiswa mendapatkan pengenalan lebih dekat tentang kehidupan kampus. Mereka mengikuti pengenalan lembaga, sistem akademik, administrasi dan keuangan, kemahasiswaan hingga organisasi mahasiswa. Sesi presentasi proyek kelompok turut menjadi bagian dari kegiatan untuk melatih keberanian, komunikasi, dan kerja sama antarmahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa baru setelah mengikuti PBAK tidak hanya tahu bagaimana sistem kampus berjalan, tetapi juga memahami bahwa menjadi mahasiswa berarti harus siap belajar, berproses, berorganisasi, dan berkontribusi. PBAK ini menjadi langkah awal agar mereka mengenal STAIL sekaligus membangun kebersamaan dengan teman-teman satu angkatan,” M. Abdillah Ikhsan, Ketua Panitia PBAK 2026 |
Ketua Panitia PBAK 2026, M. Abdillah Ikhsan, menilai kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa baru tidak sekadar mengenal STAIL secara administratif, tetapi juga mulai membangun kesiapan menghadapi kehidupan perguruan tinggi.
Memasuki hari kedua, suasana PBAK lebih banyak diisi dengan pengenalan ruang aktualisasi mahasiswa. Para peserta berkenalan dengan himpunan mahasiswa program studi serta berbagai unit kegiatan mahasiswa yang dapat menjadi wadah pengembangan minat, bakat, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan berorganisasi.
Nuansa PBAK juga tidak hanya berkutat pada aktivitas akademik dan organisasi. Penguatan spiritual menjadi bagian dari rangkaian kegiatan melalui Malam Bina Iman dan Takwa (Mabit). Mahasiswa mengikuti ta’aruf, sharing session, qiyamul lail, salat Subuh berjamaah, wirid hingga taujih pembina.
Rangkaian tersebut menjadi warna tersendiri dalam proses pengenalan mahasiswa baru. Di STAIL, adaptasi memasuki dunia perguruan tinggi berjalan beriringan dengan pembentukan kedisiplinan, kebersamaan, intelektualitas, dan spiritualitas.
PBAK 2026 akhirnya bukan sekadar menjadi dua hari pertama mahasiswa mengenal kampus. Dari aula, ruang diskusi, aktivitas kelompok hingga rangkaian ibadah bersama, mahasiswa baru mulai diperkenalkan pada sebuah pesan penting: menjadi mahasiswa berarti siap bertumbuh, berkarya, dan memberi manfaat.
Dengan semangat tersebut, STAIL berharap mahasiswa baru tidak hanya mampu menyelesaikan perjalanan akademiknya dengan baik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi Muslim yang berkarakter, memiliki daya juang, dan siap mengambil peran di tengah masyarakat.
Bagi STAIL, mahasiswa baru bukan sekadar wajah baru di dalam kelas. Mereka adalah calon intelektual, pemimpin, dan penggerak masyarakat yang perjalanan panjangnya mulai ditapaki dari hari pertama memasuki kampus.