Pererat Kolaborasi Pendidikan Islam, Ikatan Guru Muslim Malaysia Kunjungi STAIL - PPH Surabaya

14 Februari 2025 Berita & Kegiatan
Kampus STAI Luqman Al Hakim, Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya, menerima lawatan dari Ikatan Guru Muslim Malaysia (IGMM) dalam sebuah kunjungan akademik dan silaturahmi yang berlangsung pada hari ini. Rombongan IGMM yang diketuai oleh Prof. Dr. Azmil bin Hasyim, seorang pensyarah dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), bertujuan untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan pendidikan Islam yang lebih mantap dan terintegrasi. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Amil bin Hasyim menekankan bahwa IGMM sebagai organisasi non-pemerintah (NGO) memiliki visi untuk meningkatkan kualitas pendidikan berbasis Islam. "Hidayatullah sudah sering disebut di Malaysia dan terkenal sebagai lembaga pendidikan yang memiliki sistem integrasi antara pesantren, masjid, dan sekolah. Lawatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan pendidikan Islam yang komprehensif," ujarnya. Ustadz H. Agus Lokman bin Haji Sulamuddin dari IGMM yang berasal dari latar belakang pesantren turut berbagi pandangan mengenai pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu momen penting dalam diskusi yang berlangsung adalah pertanyaan dari Dr. Najwa, perwakilan IGMM Malaysia, mengenai bagaimana kurikulum dan ko-kurikulum di Pondok Pesantren Hidayatullah disusun hingga mampu melampaui standar pendidikan konvensional. Menanggapi hal tersebut, Marni Mulyana, Lc, MHI, perwakilan dari Pesantren Hidayatullah, menjelaskan bahwa konsep pendidikan di Hidayatullah berlandaskan integrasi antara ayat Qouliyah (ilmu agama) dan ayat Kauniyah (ilmu sains dan teknologi). "Di Hidayatullah, setiap guru adalah guru agama, karena tugas mereka bukan sekadar bekerja, tetapi berjuang dan beribadah. Dalam sistem pendidikan kami, tidak ada sekat antara ilmu agama dan ilmu umum. Raport yang diberikan pun merupakan satu kesatuan yang mencerminkan keseluruhan perkembangan santri," jelas Marni Mulyana. Damanhuri, M.Pd., mewakili STAI Luqman Al Hakim Surabaya, menyambut baik lawatan ini dan menyampaikan harapan agar kerja sama ini dapat diperluas. "Kami merasa bersyukur dan bangga atas kunjungan IGMM. Sebagai kampus yang mengusung tagline 'Profesional Berdaya Global', STAI Luqman Al Hakim siap berkolaborasi dengan perguruan tinggi di Malaysia dan NGO internasional. Bahkan, kami siap menugaskan mahasiswa aktif untuk melakukan pengabdian di luar negeri, termasuk ke Perak, Malaysia," ujarnya. Kegiatan ini dimulai pukul 14.00 WIB, kemudian diselingi dengan jeda sholat Ashar, dan dilanjutkan hingga pukul 17.00 WIB. Diskusi yang berlangsung dinamis ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama lebih lanjut antara Pondok Pesantren Hidayatullah, STAI Luqman Al Hakim, dan Ikatan Guru Muslim Malaysia dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara. Lawatan ini mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun sistem pendidikan Islam yang lebih kuat dan berdaya saing global, serta menjadi langkah awal dalam menjalin hubungan akademik yang lebih erat antara Indonesia dan Malaysia.