Perkuat Keilmuan, STAIL Surabaya Gelar Pengambilan Sanad Hadits

07 Februari 2026 Berita & Kegiatan
Sebagai bentuk komitmen dalam membina keilmuan Islam yang terjamin kemurniannya, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Luqman Al-Hakim Surabaya menggelar kegiatan pengambilan sanad bacaan Hadits Arba’in An-Nawawi. Kegiatan yang diadakan pada Jumat pagi, tepatnya setelah shalat Subuh tanggal 6 Februari 2026 ini berlangsung di Kampus II Darul Arqam yang berlokasi di Jalan Keputih IIIc No. 51-53, Kelurahan Keputih, Surabaya. Diikuti oleh seluruh mahasiswa reguler STAI Luqman Al-Hakim Surabaya, kegiatan ini menghadirkan narasumber Ustadz Abdullah, Lc yang juga merupakan pemegang sanad Hadits Arba'in An-Nawawi. Ustadz Abdullah, Lc menyampaikan pentingnya sanad dalam tradisi keilmuan Islam dengan mengutip perkataan Imam Abdullah bin Mubarak, “Al-isnâd minad dîn, walau lâl isnâd laqâla man syâ’a mâ syâ’a”, yang secara harfiah berarti, “Sanad adalah bagian dari agama. Seandainya tidak ada sanad, tentu siapa saja bebas berkata apa saja tentang agama”. Ungkapan tersebut bukan sekadar pepatah, melainkan landasan fundamental yang menegaskan bahwa sanad bukan hanya formalitas administratif, melainkan penjaga utama kemurnian ilmu dan ajaran Islam dari penyimpangan serta pemahaman yang keliru. Selanjutnya, Ustadz Abdullah menjelaskan secara rinci bahwa sanad merupakan silsilah guru yang secara berurutan menyambungkan aliran ilmu dari seorang ulama kepada ulama sebelumnya, hingga akhirnya bersambung langsung kepada Nabi Muhammad SAW. Melalui rantai keilmuan yang terstruktur dan terverifikasi ini, setiap ajaran dan pemahaman dalam Islam dapat dilacak ke asal-usulnya, sehingga menjamin keaslian dan kesahihan materi yang disampaikan. Pada kesempatan yang sama, Ustadz Abdullah juga membahas secara singkat tentang Kitab Hadits Arba’in An-Nawawi yang menjadi fokus kegiatan ini. Kitab yang disusun oleh Imam An-Nawawi berisi 42 hadits pokok yang menjadi fondasi utama ajaran Islam, mencakup berbagai aspek kehidupan mulai dari ibadah, akhlak, hingga hubungan sosial. Menurutnya, sanad keilmuan yang digunakan dalam majelis pengambilan sanad kali ini memiliki sumber yang sangat kredibel, berasal dari para ulama terkemuka di tiga negara berbeda yaitu Sudan, Mesir, dan Indonesia. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa jaringan keilmuan Islam di seluruh dunia tetap terhubung dan saling mendukung hingga hari ini. Pengambilan Sanad Hadits Sementara itu, Ustadz Alim Puspianto, M.Kom.I selaku Kepala Asrama STAI Luqman Al-Hakim Surabaya menyampaikan bahwa kegiatan pengambilan sanad bacaan Hadits Arba’in An-Nawawi ini bukanlah acara yang sekadar bersifat simbolis, melainkan bagian integral dari keseriusan lembaga dalam membina dan mengkader para mahasiswa menjadi generasi dai yang kompeten dan bertanggung jawab. “Kegiatan ini adalah bentuk pengkaderan yang serius. Kami ingin para mahasiswa yang nantinya akan ditugaskan ke seluruh pelosok Nusantara membawa ilmu yang jelas sanadnya, sehingga dakwah yang disampaikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan agama,” ujarnya. Alim menambahkan dengan sebuah kutipan “Man laisa lahu syaikh fasyaikhu syaithan” yang artinya: “Barang siapa yang tidak mempunyai guru, maka gurunya adalah setan”, sebagai pengingat akan pentingnya belajar dengan mengikuti jalur keilmuan yang benar. Kegiatan berlangsung dengan khidmat, harapannya kegiatan ini menjadi awal pembuka untuk pengambilan sanad kitab-kitab lainnya. (Sang Pejuang)