Perkuat Kesiapan Tugas Dakwah, STAIL Surabaya Gelar Pembekalan Calon Wisudawan Kader Dai Pelosok Negeri 2026

13 Juli 2026 Berita & Kegiatan

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Luqman Al Hakim Surabaya sukses menyelenggarakan kegiatan pembekalan khusus bagi calon wisudawan kader dai pelosok negeri tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari yaitu pada tanggal 6 dan 9 Juli 2026 ini, menjadi langkah strategis lembaga untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kesiapan untuk mengemban amanah tugas dakwah ke seluruh pelosok Nusantara.

Kegiatan pembekalan ini diikuti oleh calon wisudawan dari berbagai jurusan yang ada di lingkungan kampus STAI Luqman Al Hakim Surabaya. Acara ini dibuka secara resmi oleh Pengelola STAIL yang diwakili Oleh Wakil Ketua 3 Ustadz Dr. Mashud, M.Si. dalam sambutannya Dr Mashud menguatkan semangat para calon wisudawan khususnya terkait amanah tugas yang nanti akan diemban. “Menjadi sebuah kesyukuran bagi kita semua sebagai mahasiswa yang sebentar lagi menjadi alumni STAIL. Kehadiran kita sangat diharapkan dan dinantikan oleh umat. Maka mari persiapakan jiwa raga kita dalam mengemban amanah dakwah ini”. Ujarnya

Pada hari pertama pelaksanaan kegiatan, tanggal 6 Juli 2026, materi utama yang disajikan berfokus pada tema “Self Leadership” yang dipaparkan langsung oleh Ketua Departemen Perkaderan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah yaitu ustadz Fuad Fahrudin, M.Pd. Sebelum masuk ke sesi penyampaian materi secara mendalam, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti tahapan asesmen khusus yang berkaitan dengan pemetaan potensi dan pengembangan diri. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mental, karakter, serta fondasi kepemimpinan yang sudah dimiliki oleh setiap calon wisudawan.

Dalam sesi penyampaian materi, Ustadz Fuad menekankan bahwa kepemimpinan dalam konteks dakwah bukanlah soal kekuasaan atau kedudukan, melainkan tentang tanggung jawab besar dan kemampuan untuk hadir di tengah masyarakat dengan hati yang peka. Beliau menyampaikan kutipan yang sangat berkesan bagi seluruh peserta: "Seorang pemimpin sejati adalah mereka yang mampu mendengar apa yang tidak terdengar, serta mampu melihat apa yang tidak terlihat".

Ungkapan ini mengajak para calon dai untuk tidak hanya mendengar keluhan yang diucapkan secara lisan, tetapi juga memahami kesulitan tersembunyi yang dirasakan masyarakat, serta mampu melihat peluang kebaikan dan potensi kemajuan di tempat yang sering kali dianggap tertinggal. Selama sesi berlangsung, suasana terasa sangat hidup. Banyak peserta yang mencatat poin-poin penting, mengajukan pertanyaan kritis, hingga berbagi pengalaman pribadi terkait tantangan yang pernah mereka temui saat melaksanakan pengabdian di lapangan.
Kembali ke List Berita

BAGIKAN: