Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim (STAIL) Surabaya, mengadakan acara Mabit dan Sowan Kyai, pada Sabtu malam (22/06/2024), di kompleks kampus Hidayatullah, Surabaya.
Bertindak sebagai pembicara pada acara semesteran itu, ketua yayasan P. P. Hidayatullah, Surabaya, ustadz Syamsuddin, M.M, dan ketua pembina Yayasan P.P Hidayatullah, Surabaya ustadz Abdurrahman, S.E.
Dalam penyampaian materi yang dipimpin oleh ketua STAIL, ustadz. Idris, M.Pd.l, ustadz Syamsuddin menegaskan pentingnya menjaga kultur Hidayatullah di manapun berada.
"Kampus kita ini dibangun untuk mempraktikkan nilai-nilai keislaman. Menjadi miniatur peradaban Islam. Maka, menjaga kultur keislaman itu menjadi keniscayaan, " jelas ustadz asal Madura itu.
Terkait dengan itu, sambungnya, menutup aurat secara sempurna bagi para mahasiswi, dan menjaga jarak hubungan antar lawan jenis, haruslah dipegang teguh oleh setiap mahasiswa, selain menjaga spiritualitas dengan menjalankan amalan sunnah, seperti sholat llail, baca al-Qur'an dan wirid.
Sementara itu, ustadz Abdurrahman, mengingatkan pentingnya meningkatkan gerakan literasi di kampus, baik oleh para dosen, lebih-lebih mahasiswa.



"Meski sebutannya sudah 'maha,' para mahasiswa tetaplah bersikap tawadhu. ' Bukti akan hal itu, tingginya daya belajar/baca masing-masing mahasiswa. Waktu yang ada dioptimalkan untuk membaca/belajar. Bukan tidur, " Tegas beliau.
Lebih lanjut, ustadz asal Gresik ini, mengurai tentang ciri alumni Perguruan Tinggi Hidayatullah (PTH), khususnya STAIL.
"Alumni STAIL haruslah memiliki tiga ciri ini; pertama; dia harus cerdas. Kedua; haruslah bersih; hatinya, pikirannya, jasadnya, lingkungannya, dan segala aspek kehidupannya. Dan yang terakhir; haruslah beradab, " pungkasnya.
Selain mendengarkan tausiah dari kedua materi, acara itu juga diisi dengan tahajjud berjamaah seluruh mahasiswa dan mahasiswi secara terpisah, dialog dengan pengelola STAIL, bakda shubuh, olah raga bersama, dan diakhiri sarapan berjamaah di lapangan utama kampus.