Tugas Ramadhan di Pelosok Poso, Mahasiswa STAIL Isi Ceramah dan Imam Tarawih

26 Februari 2026 Berita & Kegiatan

Di bulan suci Ramadhan, kehadiran dai muda untuk membina umat sangat dinantikan oleh masyarakat daerah. Hal ini dirasakan langsung oleh warga Dusun Majulea Bawah, Kabupaten Poso, yang menyambut hangat kehadiran Moh Basri, mahasiswa semester IV STAI Luqman al Hakim (STAIL) Surabaya.

Dalam tugas pengabdian dakwah Ramadhan kali ini, Basri memang ditempatkan di daerah tersebut. Secara khusus, ia diminta oleh masyarakat setempat untuk mengambil peran sebagai Da'i (Penceramah) sekaligus Imam shalat Tarawih di Masjid Babutaqwa, Dusun Majulea Bawah.

Setiap malam selepas shalat Isya (ba'da Isya), masjid dipenuhi oleh warga yang antusias mengikuti rangkaian ibadah. Setelah memimpin jalannya shalat Tarawih, Basri juga rutin memberikan siraman rohani. Dalam salah satu kajiannya, ia mengangkat tema krusial bertajuk "Sholat Adalah Tiang Agama".

Di hadapan para jamaah, mahasiswa STAIL ini menekankan poin inti dakwahnya mengenai urgensi menjaga shalat lima waktu. Ia mengingatkan warga bahwa seketat apa pun aktivitas harian, shalat wajib tidak boleh ditinggalkan karena merupakan pondasi utama seorang Muslim.

Mahasiswa STAIL Tuga CeramahTakmir Masjid Merasa Sangat Terbantu

Kehadiran mahasiswa STAIL yang siap sedia menjadi motor penggerak dakwah di masjid ini mendapat apresiasi tinggi dari para tokoh dan pengurus setempat. M. Ansar, selaku Pengurus Takmir Masjid Babutaqwa, mengungkapkan rasa syukurnya atas program penugasan dakwah dari STAIL Surabaya ini.

"Alhamdulillah, kami sangat terbantu dengan adanya ananda Moh Basri yang bertugas di masjid ini. Kami sampaikan terima kasih kepada STAIL Surabaya atas kepercayaannya mengirimkan mahasiswanya ke sini," tutur M. Ansar penuh syukur.

Melihat kapasitas dan dedikasi Basri yang sangat mumpuni dalam memimpin umat, pihak takmir bahkan berencana melibatkan mahasiswa tersebut lebih dalam pada berbagai kegiatan keagamaan lainnya.

"Insya Allah, kami akan memaksimalkan peran keberadaan ananda Basri untuk membantu menjalankan dan menghidupkan program-program di masjid ini," tambahnya.

Penugasan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa STAIL Surabaya tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga siap diandalkan oleh masyarakat sebagai Da'i yang mencerahkan di berbagai pelosok nusantara.