Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Luqman Al-Hakim Surabaya terus membuktikan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul di bidang akademis, tetapi juga tangguh di lapangan. Hal ini dibuktikan dengan keikutsertaan Bagus, mahasiswa semester 6 sekaligus Kediv Konservasi UKM Luqman Al Hakim Pecinta Alam (LAPALA), dalam kegiatan nasional Learn To Survive yang digelar di Pondok Delling, Banyuwangi, pada 6–8 Februari 2026.
Kegiatan bertajuk “Survival Skill With Bamboo” ini diadakan oleh Survival Skill Indonesia atau SSI yang merupakan lembaga yang bergerak dibidang survival alam bebas. Keikutsertaan LAPALA tidak lepas dari kolaborasi strategis antara SAR Hidayatullah dan STAIL Surabaya. Sinergi ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan bertahan hidup di alam bebas serta kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat.

Selama tiga hari, Bagus bersama para relawan lainnya digembleng langsung oleh para ahli survival kawakan seperti Pakde Wawan dan tim dari SSI. Fokus pelatihan kali ini cukup unik dan menantang: Memaksimalkan bambu sebagai alat bertahan hidup.
Beberapa kompetensi yang dikuasai meliputi Emergency Management yaitu Ketangkasan dalam mengambil keputusan saat kondisi kritis, Pemanfaatan Bambu: Teknik pembuatan shelter, alat masak, hingga alat pelindung diri dari bambu dan Mitigasi Bencana: Strategi evakuasi dan pencarian korban di medan hutan.
Bagus mengungkapkan bahwa pengalaman ini sangat berharga untuk kepengurusan LAPALA ke depan. "Kami di LAPALA ingin membawa standar baru. Menjadi pecinta alam bukan hanya soal mendaki, tapi soal seberapa manfaat kita saat terjadi musibah di alam terbuka," tegas mahasiswa semester 6 tersebut.
Dukungan Penuh dari Kampus
Partisipasi mahasiswa dalam ajang bergengsi ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak kampus. Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAIL, Dr. Mashud, M.Si, menegaskan bahwa kampus memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di luar kelas.
"Kami di STAIL sangat mendukung kegiatan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi dan pengabdian masyarakat. Keikutsertaan Bagas adalah bukti bahwa mahasiswa kita memiliki jiwa kemanusiaan yang tinggi. Kampus akan terus memfasilitasi program-program yang membentuk karakter tangguh, sigap, dan adaptif seperti ini," ujar Dr. Mashud.

Keterlibatan LAPALA dalam kolaborasi bersama SAR Hidayatullah ini menunjukkan bahwa STAI Luqman Al-Hakim adalah kampus yang progresif dalam membangun jejaring relawan profesional. Bagi calon mahasiswa yang ingin mengasah jiwa kepemimpinan dan ketangkasan fisik, UKM LAPALA menjadi wadah yang tepat.
Dengan bekal pelatihan ini, STAIL Surabaya optimis bahwa lulusannya tidak hanya akan menjadi pemikir yang cerdas secara spiritual, tetapi juga praktisi yang siap terjun langsung sebagai solusi bagi problematika umat dan kemanusiaan.